Saturday, August 11, 2018

Astrologi bener ga sih?






Pertama-tama, gue mau disclaimer dulu. Topik postingan gue kali ini, Astrologi, mungkin bisa jadi sensitive case buat beberapa orang yang beneran percaya kalau Astrologi berpengaruh ke kepribadian seseorang. Jadi supaya jelas, gue ga ada maksud menyinggung orang-orang yang percaya dengan energi kosmos dan sebagainya karena ada orang-orang yang percaya sampai jadi semacam ilmu aliran agama. Kalau ga salah sih masuk ke aliran "New Age". 

Kalau salah, mohon dikoreksi. 

Gue juga ngerti kalau sebagian besar yang suka dengan astrologi sebenernya hanya buat main-main dan ngga percaya, tapi gue jadi agak khawatir sama yang beneran percaya tanpa pernah berpikir lebih lanjut sebenernya astrologi itu dasarnya ilmu apa. Padahal Astrologi di akhir abad 17 sudah ditinggalkan semenjak ilmu-ilmu sains seperti Astronomi dan Fisika berkembang pesat. Masa sih kita mau lebih terbelakang dari orang-orang yang hidup 400 tahun yang lalu?

Kalau sudah tau dasarnya apa dan masih percaya ya ngga apa-apa juga. Alasan pribadi orang beda-beda dan gue bisa menghormati perbedaan. Gue membahas topik ini dari sisi sains yang dilandasi dengan penelitian-penelitian empiris. Kalau yang percaya Astrologi percaya dengan ilmu kosmos ya lain POV. Yang bahaya itu yang percaya gitu aja tapi ternyata ngga pernah mencari tahu dasar-dasar ilmu Astrologi apa. Lebih parah lagi kalau percaya dengan alasan pengalaman pribadi.

"Semua Capricorn yang gue kenal begitu"
 Tapi nanti keluar juga kalimat,
"Padahal dia Leo lho..kok sifatnya gitu ya"

 err...

Astrologi kalau dijelaskan secara sederhana, merupakan ilmu untuk memprediksi kepribadian dan masa depan seorang individu berdasarkan letak-letak bulan, planet dan benda-benda langit lainnya. Detilnya cari tau sendiri yaaa.. soalnya agak ribet dan tujuan gue nulis ini juga bukan ngomongin si Astrologi sendiri.

Dua tahun yang lalu Profesor Mark Hamilton dari Universitas Connecticut mengeluarkan hasil penelitian di jurnal Comprehensive Psychology yang menyatakan kalau mereka menemukan ada hubungan antara bulan kelahiran seseorang dengan kepribadiannya. Tapi sebelum gue cerita lebih lanjut, harus diinget kalau hasil penelitian ini hanya berlaku untuk orang-orang yang tinggal di negara empat musim khususnya Amerika Utara.

Jadi, menurut hasil penelitiannya Pak Hamilton, kalau dihitung secara statistik terhadap 300 selebriti dari berbagai bidang, ternyata memang selebriti paling banyak lahir di bulan Februari. Selain itu orang-orang yang lahir dari bulan Desember hingga Maret cenderung lebih kreatif dan berkemauan keras. Sedangkan orang-orang yang lahir di bulan-bulan dengan jumlah hari genap cenderung memiliki kepribadian yang lebih ekstrovert dibanding dengan orang-orang yang lahir di bulan-bulan dengan jumlah hari ganjil. Alasannya? Sayangnya masih tebak-tebakan karena penelitiannya masih berbentuk kuantitatif dari perhitungan statistik tanggal kelahiran 300 selebriti tersebut. Seru nih kalau ada penelitian lain yang mau ngulik-ngulik lebih lanjut.

NAH, hasil penelitian Pak Hamilton bukan mau bilang kalau astrologi ternyata benar, tetapi aspek-aspek astrologi bisa jadi alat untuk membantu orang mengingat jadwal dan pola alam. Di sini deh baru gue bisa melihat unsur-unsur apa dari astrologi yang bisa gue terima. Sebagai kategori pengelompokkan seseorang lahir di bulan apa dan konsekuensinya lahir di bulan-bulan tersebut.

Penelitian lain yang serupa yang dilakukan oleh Universitas Queen Mary di London menemukan bahwa musim dingin sangat berpengaruh terhadap besarnya kemungkinan seseorang lahir dengan gangguan depresi, bipolar, atau skitzofrenia. Hal ini disebabkan oleh besarnya kemungkinan ibunya terkena Influenza di musim dingin atau tipe-tipe makanan apa yang tersedia dan tumbuh di musim dingin yang berpengaruh dengan gizi sang ibu. 

Hubungannya dengan Astrologi? Bulan kelahiran seseorang bisa ditarik mundur ke kapan ibunya masuk masa trimester kehamilan dan apa yang ibunya makan dan alami berkaitan dengan musim dan penyakit yang biasa ada. And voila...terbentuklah kelompok orang-orang dengan karakteristik yang mirip.

Lebih keren sebenernya kalau peneliti-peneliti lokal kita bisa meneliti lebih jauh tentang hal ini dan lebih fokus ke negara-negara tropis seperti Indonesia. Siapa tau ada aspek astrologi yang cocok dan bisa menjelaskan lebih baik misalnya kenapa orang-orang yang lahir di pertengahan tahun biasanya dianggap galak dan berani 😉

Stay smart ya guys!