Showing posts with label Mbing. Show all posts
Showing posts with label Mbing. Show all posts

Thursday, January 2, 2020

HAPPY NEW YEAR!!!

Hari kedua di tahun 2020 uda ngapain aja kalian gaes?
Gw? Rebahan lah! Rebahan is laif gaes!
Jadi gimana?
Apa resolusi lu tahun 2020?
Gw? Gak ada, gak buat resolusi, cuma pengen lebih banyak bersyukur, bersyukur gw dikasih hidup sampe hari ini meskipun agak overweight but dont't worry i'm working on it, no pressure but demi kesehatan memang kudu agak kurusan dikit, bersyukur masih punya keluarga, gak peduli sengeselin apapun mereka, bersyukur punya kerjaan dengan penghasilan yang meskipun gak bikin saldo gw berlebihan tapi setidaknya gak lagi gw dibiayain sama orang tua, bersyukur punya orang yang sayang dan peduli banget sama gw, bersyukur punya temen-temen yang bisa diajak ngebacot bareng, so yeah, nope, not making any resolusi, just going to live my life the fullest, semampu yang gw bisa, sambil tidak henti-hentinya bersyukur.

Ngeluh si tetep, ya namanya juga kambing yang terpapar manusia, tapi tetep, bersyukur nya harus kenceng diusahain.

So, cuma mau bilang, apapun resolusi yang kalian buat tahun ini, semoga satu persatu, atau mayoritas jika belum semuanya bisa kalian capai, tapi jangan pernah lupa untuk bersyukur ya, bersyukur, apapun yang terjadi, bersyukur, gak susah kok bersyukur, yang repot tu syukuran, GILLLLZZZZ kudu bikin panitia lu, sewa tenda, bersih-bersih rumah, bentang ambal, siapin makanan, kotak nasi, aqua gelas berkotak-kotak, pake ngundang-ngundang pula, nah itu baru repot, bersyukur mah gampil, santuy kapan aja bisa. Percaya sama gw.

Percaya lu sama gw? Padahal gw kambing lho, bukan Rudy Hadisuwarno, yaaaa ketauan umur.

Happy New Year 2020 gaes, semoga kita banyakan happy nya di tahun ini!

Friday, May 4, 2018

A Note to Myself

Bangun tidur di pagi hari,melek mata lalu sadar...Ngerasain ngekost jg gw..Trus,kejadian jg gw kerja dan tinggal di ibukota,and surprisingly,i feel happy.

Dua hal yang dulu pernah sangat gw idam-idamkan,lalu keinginan itu meredup,sampai gak mau sama sekali,dan tiba-tiba,here i am,who would have known..

Sampai disini,gw jadi memahami kata-kata macam "Life is full of surprises","Be careful of what you wished for" dan "Time will tell"

Gimana gak,setidaknya dua tahun lalu,tanggal segini,gw masih bangun pagi,di kamar gw,di rmh nyokap,dlm keadaan blm lulus kuliah krn stuck sama tesis yg gw gak ngerti lagi harus digimanain,particularly jobless which means no money whatsoever,dan buang-buang perasaan untuk hal-hal yang gak penting.

Dan skg,disini gw,mencoba menulis di lembaran-lembaran baru dalam hidup gw,bersiap untuk mencoba berbagai cara untuk menjadi lebih baik daripada gw yang kemarin,syukur-syukur bisa memberi influence perubahan yang baik untuk siapapun atau apapun di sekeliling gw,dan hidup dengan lebih bahagia dengan apa adanya diri gw sendiri,plus dikasih orang yang benar-benar mau berbagi susah senang sama gw,a blessing i must say.

Tapi perjuangan belum berakhir,baru aja dimulai malah,karena life is indeed full of surprises,wish and hope does comes true,dan time will surely tells us about everything.

Tapi,selama kita masih dikasih nafas,dikasih hidup,satukan pikiran dan hati kita,sampaikan ingin kita,sebarkan energi positif kita,dan bersabar,kadang keinginan itu dikabulkan justru ketika kita uda gak kepikiran lagi,when it does happen,jangan lupa bersyukur,ngeluh dikit boleh kok,tapi buruan bangkit lagi,yang namanya usaha pasti ada hasilnya,sekecil apapun itu,dan hasil dari sesuatu yang diupayakan gak pernah mengecewakan,kalopun kita kecewa,coba dicari hikmahnya,dicari positifnya,being negative will never bring us to anywhere.

Saturday, January 13, 2018

Suatu Postingan

Ceritanya gw lagi jalan biasa, dengan kecepatan sedang dari ruang tamu rumah nyokap ke ruang tengah, tiba-tiba dlm otak gw yg gak seberapa pintar ini terbersit pemikiran tentang, betapa enaknya punya sepasang kaki yang mampu berfungsi dengan baik, sependek apapun ini kaki, dan sengilu apapun kadang pergelangan kaki gw rasanya akibat cedera yang uda cukup lama, but it still worked well, dan itu cukup untuk patut disyukuri.

Mksd drpd postingan gw kali ini adalah, dengan tanpa ada mksd menggurui atau apapun, di antara segudang bahkan lebih keluhan yang bisa kita utarakan sepanjang masa hidup kita di dunia ini, sudahkah cukup kita bersyukur?

Selain itu mksd dr postingan gw ini adalah, tak lain dan tak bukan karena.. gw iseng, sekian.

PS: colek2 kepneg dan ucuy markucuy, nulis woy nulis! XD

Wednesday, January 10, 2018

A good laugh a day,keeps A doctor away

Foto diambil sekali, diedit sekali juga pake aplikasi apa adanya di smartphone, mode nya charcoal.

Jadi, apa yang bagus dr buku ini?

Ni buku, asli, klo lu orangnya sarkastis, you'll gonna love it, tp tentu aja beda orang beda sudut pandang, beberapa orang mgkn akan nemuin hal2 yg offensive alias nyinggung dlm ni buku, tapi buat gw pribadi, gw nyengir2 terhibur dr awal ampe akhir, finished it sekali duduk!

Gaya bahasanya, simple, ada penggunaan istilah2 yg mgkn sulit utk langsung dipahami, tp gak sulit banget kok, beberapa mgkn ada yg akan merasa sang penulis, alias cak Nun terlalu memuji salah satu tokoh yg beliau sebutkan dan merendahkan yang lain, tp sekali lagi harus diingat, ini buku adl hasil pemikiran beliau, jadi wajar2 aja klo beliau punya kesukaan sendiri dan ketidaksukaan sndr, gw pribadi gak ngeliat itu sbg suatu masalah yg besar jd ttp bs dinikmati pemikirannya.

Intinya ni buku mnrt gw, banjir sarkasme, tp gak benar2 bermaksud nyelipin hinaan si di dlm kata2nya, justru mnrt gw beliau nyoba buat mengingatkan, meng encourage kita lewat sindiran2 halusnya, kalo hey, kita ini bangsa yang mampu maju kok, asalkan mau dan serius, tapi tentu banyaaak banget yg butuh diubah, dan yang utama yg perlu diubah tentu adl sikap dan pemikiran kita, dan ini buku mnrt gw cukup bs ngejelasin ttg sikap dan pemikiran kebanyakan bangsa kita yg layak bikin kita sndr, mgkn malu, ato minimal geleng2 kepala keheranan.

Ini buku gw dpt yg cetakan kedua, tahun 2016, sblmnya cetakan pertama tahun 2015 tapi sblmnya lagi tulisan cak Nun ini pnh diterbitkan tahun 2008, dengan dasar pemikiran yg uda ada sejak tahun2 sblm penerbitan jadi wajar klo dlm buku ini beliau ada nyebutin ttg masa kepresidenan sblm saat ini, tp tenang, nothing political about this, bener2 sosial budaya, very entertaining.

Tuesday, January 9, 2018

A book a day keeps A foolishness away

Sebuah pencitraan pagi ini, foto diambil beberapa kali akibat kurang pencahayaan, akhirnya di edit via apk gallery smartphone dengan mode punched, sekedar buat nerangin foto.

Buku ini, dr sejauh yang gw baca, intinya si, biografi ke atheis annya opa Freud,tujuan ni buku, mnrt gw pribadi selain utk mengenal Freud, jg utk sdkt paham ttg atheisme

Apakah ini buku ngajak pembaca utk jadi atheis? Nope, ni buku sekedar ngasih sdkt pencerahan ttg kenapa org bs cenderung/punya paham atheis, dan buat gw, gak ada bedanya si sama kita yg yakin Tuhan itu ada. Atheis gak meniadakan kekuatan besar di atas manusia kok, mrk cuma, gak yakin, sama keharusan manusia menciptakan sosok khusus utk lbh meyakinkan diri mrk sendiri klo kekuatan besar melebihi kemampuan manusia atau makhluk hidup lainnya itu ada.

Seharusnya gak ada yg salah dan benar kalo kita bicara ttg keyakinan dlm diri kita masing2 kan? Toh kita ini individual yang berdiri sndr, dengan kata lain, otak sendiri2, hati sendiri2.

Maka seharusnya, baik mereka yang mengaku atheis dan mereka yang mengaku beragama yang otomatis yakin akan keberadaan Tuhan, gak boleh dong saling sindir, apalagi saling merendahkan,karena pada akhirnya...

"Its all about perspective"

PS, am not trying to be sok tau, not trying to be yang paling berakal atau bermoral, cuma ingin sedikit sharing pendapat gw klo kayaknya debat ttg Tuhan tu gak perlu, tentang agama tu gak perlu, yang penting, toleransi dengan sama2 menghargai pendapat satu sama lain ajalah sudah, tapi tentu, ketika bicara ttg manusia, seringkali ada embel2nya utk bs benar2 "nrimo" ..

Dan to be honest, mnrt gw, bkn sikap mabok agama yg bikin negara ini gak maju ato dunia ini gak bisa damai, tapi mabok dominasi, dominasi atas segala hal, dominasi gender tertentu atas gender yang lain dominasi antara yg berduit dgn yg berduit dan yang tidak, juga dominasi antara mrk yg berkuasa utk bisa jadi di atas para penguasa.

Mabok dominasi, and we, humans, need to fix it.

A.S.A.P.

Thursday, October 26, 2017

KENAPAAAH?!

Gw tu sebenernya pengen ngomel.

Ngomel tentang kenapa sodara sebangsa gw makin ANEH pemikirannya,kenapa sodara seiman gw makin KONYOL sikapnya,dan kenapa beberapa sodara sedarah gw bisa ikutan ANEH pemikirannya dan KONYOL sikapnya?

Kenapa?KENAPA?!

Okey,kalo soal mengkritisi pemerintah dan mengecap beberapa tindakan sebagai "pencitraan" okey,gw gak bisa memaksakan mereka melihat yang gw pahami kalo mereka sendiri punya dasar berpikir sesuai dengan yang mereka lihat dan pahamitapi dengan memojokkan ras tertentu?

KITA TURUNAN MEREKA JUGA HEEEEY!!!!MASIH DEKAT PULA HEEEY,GAK SAMPE 10 TIMES REMOVED!!!

Berasa maling treak maling...

Uda gitu aja,mau ngambek dulu di pojokan.

Kzl zbw!

Monday, October 16, 2017

Gimana?

How to give a good advice to a close friend who already thinking about a divorce plan?

Alias, gimana caranya memberikan saran yang baik kepada teman dekat yang sudah berpikir tentang rencana perceraian?

Jawabannya, gak ada, karena jelas, cerai itu tidak baik, tapi hubungan tanpa keinginan yang kuat, terutama usaha yang kuat untuk tetap bersama juga tidak baik.

Tapi seorang teman bertanya dan lu pengen jawab jangan tapi lu gak tau situasi yang pasti dan apa yang ada dalam hati dan pikiran teman lu dan pasangannya.

Cara aman si dgn bilang "berdoa meminta petunjuk pada Tuhan" itu uda paling bener, tapi kita bicara tentang manusia, dan manusia itu sangat, unik kalo dibilang gila itu menghina, mereka akan tetap cerita ke sesama manusia bukan karena mereka gak percaya kuasa Tuhan, tapi karena dari sesama manusia mereka berharap untuk mendapatkan petunjuk, kalo gak sekedar dukungan either atas sikap mereka ato pendapat mereka tentang bukan mereka yang salah, yang kemudian kadang akan mereka anggap sebagai perpanjangan petunjuk dari Tuhan.

Diam mungkin juga merupakan solusi terbaik, tapi as a fucking extrovert person i am, kalo ada yg cerita ato perlu saran, otak gw gatel klo gak menyarankan, tapi trus gw bingung, apa yang sebaiknya gw katakan kalo situasinya begini?

Maka kita kembali pada pertanyaan, how to give a good advice to a close friend who already thinking about a divorce plan?

Manusia itu aneh, ditambah satu lagi yang setipe, trus tinggal di satu tempat dalam jangka panjang there's got to be a whole lot of stok sabar, dan kemampuan untuk mengalahnya uda gak bisa tingkat medium ato amateur,uda harus lebih dari profesional, but then manusia itu diciptakan dengan se-kepala otak, dan se-badan ego, menurut ngana?

Lalu gimana caranya menyarankan seorang teman yang sudah berpikir tentang cerai untuk tidak terlalu terburu-buru mengambil keputusan?

I'm a human after all, musingin hal yang sebenarnya gak ada sangkut pautnya sama gw, FML, ato mungkin karena... sometime hetero people annoys me to bits, karena mereka jarang ada penghalang yang berarti untuk mutusin menikah tapi tetap ego mereka masing-masing di nomer satukan ketika menghadapi masalah rumah tangga, sedangkan guuuweeeh, mau elus sayang ato mandang sayang pacar gw di tempat umum aja kudu hati-hati, but then... it easy to take some things for granted, kalo kita cenderung mudah mendapatkan ato mewujudkannya kan?

Jadi gimana?

Kasih saran aman? Diam? Ato caci maki? HAHAHAHA

Jangan nikah, kalo ego lu masih lebih gede dari tinggi ato berat badan lu.

Sedih, karena, they're such a great couple.

Saturday, September 30, 2017

Pulitik Jaman Jigeum

Ada apa si akhir-akhir ini?

Akoh bingong..

Tiap kali liat berita, terutama yg temanya pulitik, bikin akoh, ingin mengeluzzz.. dada pacar #modusvangkeh

Pulitik jaman jigeum bisa dibilang, terang-terangan segan, rahasia-rahasiaan tak bisa, njuk aku kudhu piyeeeh? Menutup sebelah mata dan membelalakkan yg satunya? Mata akoh sipit gaes, melotot itu syusyah ih BIKES!BIKin KESel!

Ingin cuek, harusnya cuek, tapi apa daya, status warga negara, mau gak mau, suka gak suka, harus tahu dan memahami berhubung apa yg terjadi pada percaturan pulitik negara dapat mempengaruhi hidup akkkohhh baik secara langsyung maupun tydac..

Haaah...

Ingin bercerita banyak, namun... otakku buntu gaesss~

Hanya mampu birkiti, pulitik jaman jigeum...

Friday, September 22, 2017

Coba Renungkan Sambil Nge-mut Jempol Tetangga

Jika manusia begitu perduli dengan yang namanya hasil serta sering kali menafikan segala proses di antaranya...harusnya manusia gak usah ribut soal panjang pendeknya waktu tempuh seseorang untuk meraih gelar sarjana,toh yang penting lulus juga,yang penting wisuda,ya to?

Tjih,manusia..

Sunday, September 17, 2017

Cak Lontong Idolaku...Padahal gw sukanya ketupat...

Jadilah rendang gaes, yang makin dipanasin makin meresap bumbunya, makin lembut dagingnya, makin enak rasanya, jangan jadi buah, makin mateng malah makin bonyok

Coba tentukan Judul, temukan Tema, dan tunjukkan Ide serta Kalimat Utama dr celotehan syamvah di bawah ini.

"Menghargai dan menghormati orang lain bukanlah hal yang merendahkan diri sendiri, melainkan justru membuat Anda menjadi orang terhormat"

Dikutip dr dlm buku Drilling Semua Jenis Soal...bla bla bla..yg lbh mirip buku motivasi dgn konten yg kece di dalamnya.

Barangkali kita msh suka lupa gaes, krn seringkali kita enggan utk lbh dulu menjadi yg menghargai dan menghormati orang lain, kenapa?

Entahlah, mgkn krn anggapan, mrk yg merendah sama dengan mrk yg lemah, mrk yg ramah sama dgn mrk yg tidak berwibawa, pdhl, belum tentu begitu kan?

Senyum aja ibadah, masa ramah jadi salah? Lagipula lbh baik merendah drpd meninggi, bisa stroke gaes, selain itu, sejatinya, di atas eternit, masih ada rangka atap, di atas atap, masih ada genteng/seng, dan di atas genteng/seng gaes, masih ada langit..

JADI intinya.. jangan takut utk mulai lebih dulu menghargai dan menghormati orang lain, perkara apakah orang itu bnr2 pantas dihargai dan dihormati, biar kehidupan dan alur waktu yg membuktikan..

Eh tapi jangan fanatik, krn segala sesuatu yg berlebihan itu gak baek gaes,CMIWW!

Wednesday, September 6, 2017

Sampah Serapah

Hi...

Tau gak gaes, kata Mendagri, alias Menteri Dalam Negeri(jaga-jaga kalo ada yg blm tau Mendagri itu singkatan dari apa) jumlah penduduk Indonesia, per bulan Juni tahun 2016 aja ada sekitar 257.912.349 jiwa. Sedangkan, hingga per bulan Juli 2017, jumlah itu meningkat sampai menyentuh angka lebih dari 262 juta penduduk. Sudah berapa ya sekarang kira-kira? Yang jelas, sudah tidak sesuai lagi dengan sebuah tembang lawas kepunyaan Raja Dangdut Indonesia yang berjudul 135.000.000. Eh tapi, beliau jangan dihujat ya, maklum, waktu lagu itu diciptakan dan diproduksi, mungkin jumlah rakyat Indonesia ya segitu. Mendagri juga jangan dihujat kalo pernyataan beliau ada kekeliruan, ya namanya juga manusia, tempatnya salah dan lupa. Kenapa perlu diingatkan untuk jangan dihujat? Soalnya gini gaes, jaman sekarang, lebih sering hujat turun daripada hujan, bikin adem enggak, bikin runyam iya, bikin banjir juga si, cuma lebih ke banjir keringat, air mata, kadang-kadang darah. Jangan gaes, sudah, bumi sudah tua, jangan dibuat makin berantakan lagi ya, cukup, cukup otak kami bertiga aja yang berantakan.

Uda si, gitu aja,CMIW!