Takarazuka Revue adalah sebuah teater musikal di Jepang yang mirip-mirip sama Broadway. Pertama berdiri di kota Takarazuka, Perfektur Hyogo, Jepang. Pemiliknya sama dengan pemilik Hankyu Railways. Mereka sudah memaikan banyaaaak sekali judul pertunjukan antara lain Romeo & Julliet, Phantom of the Opera, Wutherling Heights, Rurouni Kenshin, Ocean's Twelve, Me and My Girl, Ernest in Love, Elisabeth, dan banyaaaaaak lagi.

What's so special about them?
Nah. Ini nih. Iniii niiiihh. BANYAK BANGET! KYAAA!!! *internal screaming* I'm a HUGE fan of them. HAHAHAHA. Tapi tetep lumayan kok buat nambah pengetahuan. Let's start from the first.
An all female troupes.
Iya, beneran. Semua pemainnya wanita. Takarazuka Revue ini oposite dari Kabuki yang seluruh pemainnya laki-laki. Di Takarazuka, pemain wanita dibagi jadi 2 roles, yang mainin peran wanita (Musumeyaku) dan yang mainin peran pria (Otokoyaku). Semua pemainnya ini masuk ke sekolah khusus Takarazuka Music School (TMS) dengan seleksi super ketat dan setiap angkatannya cuma sekitar 50an orang terpilih dari 1000an kandidat yang mendaftar. Semuanya usia sekitar 15-18 tahun. Mereka harus sekolah 2 tahun untuk setelah lulus bisa masuk ke Takarazuka Revue dan dapat kontrak selama 7 tahun sebagai underclassman, lalu setelah 7 tahun mereka bisa negosiasi untuk melanjutkan karir sebagai upperclassman Takarasienne.
A long loooong way to go as a performer. Gue masih suka takjub dengan kegigihan mereka meniti karir bertahun-tahun sampai bisa perform di teater utama (Grand Theater) dan dapat peran yang cukup terlihat di pementasan. Motto mereka adalah “Kiyoku, Tadashiku, Utsukushiku” yang terjemahannya adalah “Purity, Honesty, Beauty”, dengan filosofi Jepang yang mengajarkan mereka untuk jadi "Good Wife, Wise Mother". Pelajar di TMS diajarkan untuk jadi figur wanita ideal di mata masyarakat Jepang, and they nailed it despite whatever the role they chose later on their second year. Disiplinnya itu loh, parah banget. Kebayang dong kegiatan sehari-hari belajar seni pertunjukan, praktek nyanyi-nari-ballet-teater-dll-dsb-dkk dengan jadwal super ketat dan tata krama orang Jepang.
Lulus dari TMS, mereka dijamin dengan karir yang ciamik di bidang seni pertunjukan dan bidang-bidang lain. Berdasarkan Japan Times, setelah lulus dari Takarazuka, "Some continue pursuing careers as actresses and TV celebrities. Others simply marry and retire from the entertainment industry. Well-known figures include the actresses Kaoru Yachigusa, Mao Daichi, Hitomi Kuroki, Yuki Amami and Miki Maya. A very few have entered politics, including Chikage Ogi, former president of the Upper House who also served as transport minister. Now retired from politics, she was the top Takarazuka star playing a girl’s part in the 1950s. Miyuki Hatoyama, whose husband, Yukio, is president of the Democratic Party of Japan, was in the Takarazuka troupe. If her husband’s party wins the upcoming general election, she is almost certain to become Japan’s first lady."
Yuki Amami, Former Yukigumi Top Star
Maya Miki, Former Hanagumi Top Star
TBC.
Next : The Troupes.





No comments:
Post a Comment
Please be kind, thank you