Grup keluarga memanglah rentan akan penyebaran berita dan atau informasi yang mengandung konten HOAX alias gak bs dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ndilalah yang posting biasanya dalam hierarki keluarga ada di urutan "petinggi",jd kalo mau dikoreksi,yg muda suka ngerasa segan.
Tapi jangan segan itu dijadikan kebiasaan.
Jelaskan. Sebab sesaat kamu tau, tanggungjawab penyebaran ada di kamu.
Sampaikan dengan cara yang sopan dan jika kamu menghadapi penolakan, berikan bukti bahwa berita ato informasi yang disampaikan itu salah, atau kurang tepat, yang mana ini berarti, jadilah MAU untuk memilah berita dan atau informasi yang kita terima. Selain itu, kita juga harus paham sama yang namanya HOAX alias berita yang kejadian sebenarnya gak ada, tapi di ada-ada in, dengan berita yang sebenarnya memang ada, tetapi penyampaiannya sudah sedemikian rupa hingga mengaburkan bahkan menghilangjan fakta yang nyata terjadi.
Kenapa? Karena tidak menutup kemungkinan, ada informasi yang benar dalam berita itu, atau informasi itu, tapi dibahasakan secara berlebihan sehingga dalam sekali baca, yang kita tangkap bukan fakta, melainkan tambahan-tambahan yang bisa atau seringkali ternyata, rekaan belaka.
Sudah, cukup. Negara 62 ini sudah cukup punya banyak kesimpangsiuran yang beredar, yok, jangan ditambahi.
Kakak kambing semangaaaaat, jadilah agen perubahan (yang tetap santun) xixixixi
ReplyDelete