Wednesday, October 25, 2017

Ngomong Tentang Tuhan Versi Gue


Pada dasarnya gue orang yang religius, so in times of trouble, i ran to God. It’s a good thing, no? 

Beberapa waktu lalu, ada kejadian dimana gue bantuin temen gue untuk cari jalan keluar masalahnya. Lalu datanglah sebuah statement dari seorang calon pemuka agama yang bilang kurang lebih seperti ini:

“Lo tau, setelah semua yang lo lakukan ini, semua dosa yang lo perbuat ini, lo tuh nggak pantes untuk datang ke gereja. Lo nggak layak untuk datang minta advice dari pendeta, nggak layak untuk minta pengampunan dari tuhan. Lo itu berdosa besar, bahkan untuk nginjekin kaki di gereja aja lo nggak layak.”

(Kalimat sudah diperhalus sedemikian rupa supaya yang baca nggak ikut sediih kaya gue wkwk)

Reaksi pertama dalam pikiran gue adalah, “DRAMAAAKKK DEH CYINNN!!!!” Huft.
Kata-katanya sakit banget sih di gue, apalagi kalo pake kata-kata aslinya. Dramak banget.Gue sangat terganggu dengar omongan seperti itu lagi karena gue sudah beberapa kali ada di posisi itu. Apalagi kata-katanya datang dari seorang calon hamba tuhan yang akan menggembalakan domba-domba terhilang. Tsaelahhh. Elu kemane aje boy? Ini tuhannya sama apa nggak sih? Beda kali ya?

Gue nggak habis pikir, karena selama sekian lama gue hidup, di masa paling nggak enak pun gue masih bisa ngerasain kalo Tuhan itu baik, dan Tuhan yang gue sembah bukan Tuhan yang seperti orang itu bilang.

Lewat postingan ini, gue cuma mau nyampein beberapa hal ke orang-orang yang mungkin pernah ada di posisi gue atau posisi orang itu. Kalau Tuhan itu baik banget loh, saking baiknya sampai ketika elu bikin dosa segede dunia juga, Dia tetap buka pintu untuk kita bisa datang. Nggak, gue bukan mau kristenisasi di postingan ini. Menurut gue ini berlaku juga untuk semua agama, siapa pun Tuhan lo. Kalau Tuhan nggak mengampuni dosa manusia, kalau Tuhan segitu pendendamnya, gue percaya itu bukan Tuhannya siapa-pun.

I’ve been through a lot to come into this conclusion, and i’ve experience so many rejections from many people. But I do believe, God is still very good to us.

Sering kali kita lupa kalau Dia Tuhan, dan kita manusia. Tuhan yang udah nyiptain kita, dan Tuhan yang akan ambil nyawa kita juga nantinya, Tuhan yang akan mengadili kita nanti di akhirat, terus kita samain dia sama manusia yang cuma butiran debu-debu intan ini terus antara kita taro diri kita sejajar sama Tuhan di atas atau kita taro Tuhan sejajar sama kita di bawah. Tuhan itu di pancasila dikasih label Tuhan Yang Maha Esa. Dia maha segala-galanya.



Tuhan yang gue kenal itu segitu sayangnya sama manusia sampe dia masih nawarin pengampunan dosa meskipun kita nggak layak diampuni. Kebaikannya Tuhan itu jauh lebih besar daripada dosa kita. We cannot even comprehend His love. Jadi jangan batasin Tuhan dengan pikiran dan akal kita. Kita itu lower level creature. I don’t want to put bible verses in here because I know most of you don’t want to read it anyway. But try to experience God’s love.

If you feel like you need to ask for God’s forgiveness, go ask. Learn from your mistakes, and make it better. Nggak usah hiraukan orang-orang yang ngomong negatif tentang lo pergi ke tuhan, lari ke gereja, ke masjid, ke pura, ke wihara, konsultasi sama pemuka agama lo, dll. Nggak ada yang salah dengan itu. Mungkin mereka yang bilang seperti itu belum berdamai sama diri mereka sendiri. :)

I've been torn down few times, jadi rasanya nggak enak banget kalo ada orang yang gue kenal dan gue tau ngalamin hal yang serupa tapi tak sama a.k.a diginiin juga.

Yang gue tau, Tuhan segitu baiknya sampai Dia nerima kita apa adanya. Nerima kita sebagai kita dengan semua kekurangan dan dosa kita. Gue sangat beruntung karena gue dapet temen yang ngasihtau gue berkali kali kalo Tuhan sayang sama gue despite semua dosa yang gue bikin. Kalo gue diterima sebagai diri gue, dan nggak ada yang salah dengan jadi diri gue sendiri selama gue mau berproses untuk jadi orang yang lebih baik. Gue juga jalan sedikit-sedikit. Nggak bisa langsung berubah jadi orang super holy sampe kalo jalan orang-orang pada jatuh rebah. Nggak mau juga kaya begitu. Wkwkwkwkwk. Serem abis. Gue masih jadi diri gue, masih bikin dosa, masih begajulan, masih ya begitu deh. Tapi gue mau jadi orang yang lebih baik, dan gue mau belajar untuk jadi 'a decent human being'.

Feel free to talk to me! :) Rei signing out.

No comments:

Post a Comment

Please be kind, thank you